Tampilkan postingan dengan label Tugas Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Drama Humor sangkuriang ( Tangkuban Prahu )

Jumat, 27 Juni 2014

Narator : "Pada jaman dahulu, tersebutlah kisah seorang puteri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu Ia berburu dengan ditemani oleh Tumang, anjing kesayangan istana atau di inggris di kenal sebagai DOG. Sangkuriang tidak tahu, bahwa anjing itu adalah titisan dewa dan juga bapaknya.


Pada suatu hari"

1. Sangkuriang :"Tumang, Yuk ikut kejar babi jelek itu."
2.Tumang :"Guk..Guk..guk"(Geleng2)
3. Sangkuriang :"Maksudnya?"
4. Tumang :"Guk..Guk..Guk"(Geleng2)
5. Sangkuriang :"Hmm, Anjing goblok... Ngomong aja gak jelas. Pergi sana ! Jangan ikuti kami, Dasar anjing tak berguna"
6. Tumang :(berdiri lalu ngomong)"Biasa aja keles,"(Tumang pergi ke hutan)

Ketika kembali ke istana, 7. Sangkuriang : "Mama..Mama, Tadi Tumang si anjing goblok itu malas*an ma. Seperti pejabat yang di DPR ma.
8. Dayang Sumbi(Mama) : "APA...!? Anjing itu kamu buang!? dasar anak tak tau di untung...!!"(Tuuar, kepala sangkuriang di pukul dengan sendok nasi)
9. Sangkuriang :"Oke,, Ak Ra Po po"

Sangkuriang terluka. Ia sangat kecewa dan pergi mengembara.

Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika,

Dewa : "Dayang Sumbi, .. ,"
Dayang Sumbi :"Ha? Suara Siapa itu?"
Dewa : "MasUdin,.*eeh."
Dayang Sumbi :"Masudin??"
Dewa : "Ooops itu nama sebelum jadi dewa, Perkenalkan saya dewa"
Dayang Sumbi :"Owh, Dewa to.. Ada Apa"
Dewa :"Karena kamu sangat tekun bertapa saya persembahkan kepada mu hadiah"
Dayang Sumbi :"Apa Itu?"
Dewa :"Seperangkat alat sholat di bayar tunai"
Dayang Sumbi :" Ha?"
Dewa :"Hehe,, gurau jak tadi... hadiahnya kamu akan di berikan kekuatan untuk selamanya muda dan memliki kecantikan Abadi"
(----)
Setelah bertahun-tahun mengembara, Sangkuriang akhirnya berniat untuk kembali ke tanah airnya. Sesampainya disana, kerajaan itu sudah berubah total. Disana dijumpainya seorang gadis jelita, yang tak lain adalah Dayang Sumbi. Terpesona oleh kecantikan wanita tersebut maka, Sangkuriang melamarnya. Oleh karena pemuda itu sangat tampan, Dayang Sumbi pun sangat terpesona padanya.(Sambil narator membacakan, Pemain bergerak sesuai dengan apa yang di bacakan narator)

(Naskah Ini Sengaja Tidak di Selesaikan, Silahkan teman-teman Edit sesuai Kemauan teman2, Agar muncul jiwa & Fikiran Kreatif dalam hati teman-teman, Terima kasih telah berkunjung)

Pada suatu hari 
Sangkuriang :"Mii, papi pergi berburu dulu yah"
NARATOR : Padahal masih pacaran
Dayang Sumbi :"ia, papi jangan lupa otaknya ini, Oops Maksudnya ikat kepala"(sambil membawa ikat kepala)
Dayang Sumbi terkejut ketika melihat bekas luka di kepala calon suaminya.
Dayang Sumbi(di dlm hti) : "Ha? Luka itu persis seperti luka anakku yang telah pergi merantau. wajah pemuda ini sangat mirip dengan wajah anakku. wah aku takut. aku harus gagalkan proses peminangan ini"
 Dayang Sumbi :"Wahai calon suami ku, untuk membuktikan seberapa besar cinta mu pada ku. aku ingin memberikan suatu persyaratan"
Sangkuriang : "Apa itu?"

Dayang Sumbi : " Aku minta kau membendung sungai Citarum, membuat sampan besar untuk menyebrang sungai & semua itu harus selesai sebelum fajar menyinsing"

Malam itu Sangkuriang melakukan tapa. Dengan kesaktiannya ia mengerahkan mahluk-mahluk gaib untuk membantu menyelesaikan pekerjaan itu. Dayang Sumbi pun diam-diam mengintip pekerjaan tersebut. Begitu pekerjaan itu hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain sutra merah di sebelah timur kota. Ketika menyaksikan warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira hari sudah menjelang pagi. Ia pun menghentikan pekerjaannya. Ia sangat marah oleh karena itu berarti ia tidak dapat memenuhi syarat yang diminta Dayang Sumbi.

Dengan kekuatannya, ia menjebol bendungan yang dibuatnya. Terjadilah banjir besar melanda seluruh kota. Ia pun kemudian menendang sampan besar yang dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh menjadi sebuah gunung yang bernama “Tangkuban Perahu.”

Naskah drama Cerita Rakyat "Timun Mas"


Lakon 
Timun Mas

Tokoh dalam Drama :

1.Timun Emas
2. Pak  Karta
3. Bu  Karta
4. Pak  Salam
5. Pak  Darus                                                                                              
6. Raksasa  
Di suatu desa daerah Antahbrantah tinggallah di sebuah gubug kecil nan sederhana ,yang ditempati oleh seorang petani bersama istrinya yang bernama keluarga pak Karta ,suatu ketika bu Karta sedang bercakap-cakap dengan suaminya perihal daerah pertanian yang maju gemah ripah loh jinawi  tibalah bu Karta menanyakan …..
Bu Karta   : “ Pak ,sekarang sudah saatnya kita panen padi ,mentimun dan jagung .“
        “ Alangkah bahagianya apabila kita……”
Pak Karta : “ hssst…  ( sambil menutup bibir istrinya dengan jari telunjuk )”
        “ Jangan teruskan ….”
Bu Karta   : “ Maksudku ,kita harus memperbaiki rumah kita agar tidak roboh di kemudian
                        hari “.
Pak Karta : “ oh….begitu maksudmu , baiklah aku setuju,nanti kalau hasil tanaman kita          
                       sudah laku dan kita sudah mendapat uangnya.”
Bu Karta   :  ( Istrinya menganggukkan kepala sambil menyiapkan makanan untuk  
                      suaminya) Ya, pak .”
Pak Karta  : “ Bu ,sekarang aku mau berangkat ke sawah sambil nengok kebun jagung apa
         sudah selesai dipetik  atau belum oleh pak salam.”
Bu karta     : “ Baiklah pak hati-hati di jalan ya ,pak .”
Pak Karta   : “ Aku berangkat dulu ya ,bu ..”
Tiba di perkebunan jagung Pak karta segera menemui Pak Salam yang sedang memungut jagung yang baru saja selesai dipetik.
Pak Karta   : “ Hai .. .pak Salam apa sudah selesai memetik jagungnya ?”
Pak Salam  : “ hai…tentu nya sudah, tinggal mengumpulkan saja.”
Pak Karta   : “ Oh…ya sudah selesai sekarang tinggal diangkut ke kota untuk dijual .”
Pak Salam  : “ Sekarang kita tunggu mobil datang ,sambil menunggu bagaimana kalau
            Kita adu teka-teki ,yang tidak bisa jawab harus menyanyi atau         
                         menggendong temannya .”
Pak Karta    : “ Baiklah, aku setuju siapa takut …!!!
Pak Salam   : “ Sekarang aku duluan ,ya…??”
Pak Karta    : “ Okey…. Ayo cepat katakan !!!”
Pak Salam   : “Barang apa kalau dipegang badannya, kepalanya malah manggut-manggut
             sambil kepalanya dibenturkan ke  tanah.”
Pak Karta    : “ Orang sedang gulat . “
Pak Salam   : “ salah …”
Pak Karta     : “ Apa . …ya aku menyerah !!”
Pak Salam   : “ Orang sedang mencangkul,nah perhatikan aku pegang badannya nanti
              kepalanya manggut-manggut.”Nah,kamu yang gendong aku atau nyanyi.”
Pak Karta    :” Okeylah sekarang aku yang gendong kamu sampai ke seberang sana.”
Pak Salam   : “ Nah sekarang giliranmu untuk memberi pertanyaan .”
Pak Karta    : “ Ini pertanyaan yang sulit pasti kamu tak bisa jawab,lehernya dicekik lalu
            mengeluarkan kenikmatan.”
Pak Salam   : “ Wah ..ini tak masuk akal mestinya khan harus mati kalau dicekik,kok ma-
            lah jadi  nikmat.”
Pak Karta    : “ ya kendi ini lihat ya.. aku cekik lehernya lalu glek..glek nikmat…!
Pak Darus      : ( datang dengan membawa mobil ) “ hai..bapak –bapak semua lagi ngapain
           nih..boleh aku ikutan.”
Pak Karta    : “ wah ini ada pak Darus tiba,sekarang kita angkut jagung-jagung ke atas truk.”
Pak Darus   : ( sambil menyetir mobil ) greng..greng …ngeng..ngeng!!!
Bu Karta      : “ Ayo pak ne cepat ke mari aku bawa makanan ,suruh pak Salam juga ke sini.”
           “ Kita makan sama-sama.”
Setelah selesai makan mereka berkemas-kemas  barangnya untuk dibawa pulang,sesampai di  rumah ……
Bu Karta      : “ Pak ..tadi aku sempat tertidur ,dalam tidurku aku  bermimpi ,
                          mempunyai anak,tapi dalam mimpiku aku disuruh berdoa minta anak lalu
                          tiba-tiba ada orang yang menyanggupi memberi  anak.”
Pak Karta     : “ Bu ne itu khan hanya mimpi,sebenarnya kamu itu hanya ingin punya anak
            sampai-sampai terbawa mimpi segala .”
Bu Karta    : “ Tidak pak ,aku yakin kalau ini bener-bener terjadi,bagaimana sekarang kalau
          kita coba ,siapa tahu ada yang mendengar doa kita lalu langsung dikabulkan.”
Pak Karta    : “Kamu itu kalau maunya sih harus dituruti, dasar  ngeyel …!”
          “ Baiklah ,sekarang kita coba berdoa sama-sama biar afdol doa kita.”
Bu Karta    : “ Sekarang kita duduk sama-sama sambil menengadahkan tangan dengan
           suara yang keras agar doa kita terdengar yang Maha Kuasa.”
Pak Karta dan Bu Karta : “Wahai…para gaib yang ada di sini dengarkanlah permintaanku
                Aku minta anak yang lucu,cantik dan sangat menawan.”
Raksasa    : “ Ha.ha.ha…Kini aku datang untuk memberi sesuatu untukmu ,tapi ada syarat
          nya ,kalau anak itu sudah besar harus kau berikan padaku lagi,gimana setuju .
                       kalau setuju ketik  Reg. raksasa.213 #. “
Pak Karta     : ( Dengan perasaan ketakutan dan gemetar ) “Ba,baiklah aku setuju apapun
           permintaanmu aku pasti memenuhi  janji .”
Raksasa    : “ Baiklah aku pasti datang mmberimu anak perempuan seperti  yang kau
                          minta ,ha…ha..ha..!!”
Pak Karta    : “ Bu ne..orang itu sudah tidak ada ,keluarlah kamu ,tadi  itu siapa kok
         suaranya  besar dan rumah kita bergetar,bagaimana nanti kalau seandainya
        kita tidak menepati janji ,apa kita taruhannya ya.. bu “.
Bu Karta       : “ Itu nanti saja kita pikirkan ,yang penting kita punya anak dulu.”
         “ Alangkah bahagianya kalau kita benar-benar punya anak ya, pak .”
Pak Karta    : “ Tadi  aku rasanya ingin melihat makhluk aneh itu ,tapi aku ketakutan,bu BuKarta    : “ Ya,sama juga tapi yang penting besok kita tunggu apakah makhluk itu     
                         datang lagi ya,pak ,terus membawa bayi kita.”                    Esok hari sang raksasa itu datang dengan membawa bayi ,lalu raksasa itu ….
Raksasa    : “ ha,ha,ha ……. Aku datang sesuai dengan jadwalku ha,ha,…..!
           “aku membawa anak cantik untukmu, ha,ha,ha…..
Pak Karta    : (dengan perasaan takut mondar-mandir ke sana-ke mari )
            Baik…terima kasih pak atas pemeberiannya,…!
Raksasa    : “ jangan panggil aku pak,sangat tidak cocok sekali panggilan itu untukku,ha..”
Pak Karta    : “ lalu aku panggila apa tuan atau mister.
Raksasa    : “ Mister ,memangnya aku ini misteri .” panggil saja aku Rak..sa..sa !
Pak Karta    : “ Anak yang kau janjikan apa sudah kau bawa?”
Raksasa    : “ ha.ha.ha. sepertinya kau tidak sabaran ..nanti kalau aku sudah pulang
          “kau ambil di depan  rumahmu,tapi jangan lupa tiga bulan lagi aku datang     
                         mengambil  anak itu,ha,ha,ha.”                             Pak Karta    : “ Bu ,raksasa itu sudah pulang, sekarang kita ambil anak kita di depan 
                          rumah.”
Bu Karta    : “ Ya,pak anak itu ada di sini,hem ..cantik sekali ya pak.!”
Pak Karta    : “ Ya,bu cantik sekali kita harus memberi tahu kepada tetangga kita,kalau kita
           “sudah punya anak perempuan yang cantik.”
Bu Karta    : “ Sambil kita beritahu nama anak kita ya,pak,sekarang kita harus memberi
           nama anak kita,dan bagaimana kalau namanya  Timun Emas yang artinya
          timun berarti bisa membawa kesegaran bagi orang yang kehausan dan emas
                        berarti  barang yang tak ternilai harganya.”
Pak Karta    : “Nama yang bagus sekali ,apalagi bersamaan dengan musim buah mentimun
                 yang ada di desa kita .”
    Pak Karta tak bosan-bosannya memandang ,mencium serta mengayun-
         ayunkan bayinya yang mungil itu ,sambil mereka bergurau dengan anak   
                       kesayangannya. Tiga bulan berlalu telah berjalan begitu cepatnya datanglah  
                       raksasa untuk melihat bayi yang dititipkannya tersebut.
Raksasa    : “ Ha,ha,ha aku datang lagi mencari anakmu yang kutitipkan padamu,
                           “rasanya aku ingin membawa kembali anak itu bukannya sekarang sudah 
                             besar,ha..ha..ha.”
Bu Karta    :”Jangan diambil dulu raksasa,ia masih kecil ,kalau kamu makan tentu hanya
           Tulangnya saja tak enak rasanya.”
Raksasa    : “Betul katamu,jadi kapan aku bisa bawa anak itu lagi.”
Bu Karta dan Pak Karta : (bicara secara bersama-sama ) “Sembilan tahun lagi kamu datang
           ke sini bawa anak ini.”
Raksasa    : “ Ha,ha.ha…. memang kamu cerdas sekali ha,ha,ha itu baru makanan yang  
                          lezat untukku ,aku pesankan beri makan yang banyak agar anak itu besar      
                           dan  kenyal   dimakan ha,ha,ha…!
Pak Karta    : “ Baiklah aku akan memelihara agar anak ini tidak sakit dan cepat besar !”
Raksasa    : “ Okey,aku akan datang sesuai dengan janjimu ,ha,ha, sampai  jumpa..!”
Pak Karta    : “ Bu ne ,mulai sekarang kita harus waspada jangan sampai anak kita diambil
          Oleh raksasa tanpa sepengetahuan kita.”
Bukarta    :” benar pak,mulai sekarang anak kita tidak boleh main terlalu jauh dari rumah,agar kita dapat mengawasi dengan mudah.”
               Enam  tahun berjalan ,telah dilewati Timun mas bersama ke dua orang tuanya dengan penuh kebahagiaan,dan keceriaan. Tibalah saatnya Timun mas bermain bersama teman-temannya. …..
Timun mas    : “ Ayo,teman-teman sekarang kita main dakon  .Ada yang cari batu kerikil dan      
                          aku yang sudah bawa dakonnya  ,nah sekarang kita atur batunya enam-
                          enam jangan sampai ada yang kelebihan.”
 Teman    : “ Ayo mun sekarang kamu mulai ambil .”Ambil  yang ada dalam lubang lalu
                           masukkan ke lubang berikutnya.”                       
Bu Karta    : “ Mumun ,ayo pulang nak sudah sore,dan kamu langsung mandi .”
Timun mas    :” Ya,bu aku sudah selesai, ayo teman-teman aku pulang duluan ya !”
     Timun mas memang anak penurut selalu patuh terhadap ke dua orang tuanya,
Tidak pernah membantah apa yang diperintah oleh kedua orang tuanya.Ia selalu di-
ingatkan agar tidak bermain terlalu jauh dari rumah agar tidak dibawa oleh raksasa.
Suatu saat Timun mas diajak bercakap-cakap oleh kedua orang tuanya…
Bu Karta    : “Mun,kamu sekarang sudah besar tentu kamu harus tahu asal-usulmu
            Dan kamu harus mengerti apa yang perlu kamu lakukan .”
Timun mas :”Ya,bu aku akan dengarkan nasehat ibu ,nasehat ibu sangat
         berarti untuk masa depan mumun nantinya.”
Bu Karta    :”Begini ya Mun,beberapa tahun lalu sekitar enam tahun yang lalu,ibu dan
         bapakmu minta seorang anak yang cantik,kemudian datang sang raksasa
        “memberi anak bayi yaitu kamu , untuk diasuh dan dibesarkan ,sehingga
        nanti kalau sudah besar harus diserahkan kembali kepada raksasa untuk…
        ( Ucapannya terhenti karena tak sampai hati untuk melanjutkan).
Timun mas    :” Untuk dimakan maksud ibu ! “
Bu Karta    : “ Ya,mun ,tapi bapak dan ibumu tidak rela kalau kau jadi santapan sang    
                           raksasa itu.Makanya kamu aku beritahu agar kamu dapat memepersiapkan  
                          diri untuk menghindar agar tidak dimakan oleh sang raksasa.”
Timun mas :” Ya,bu sekarang aku tahu dan aku tidak  main jauh dari rumah ini,supaya kalau ada raksasa aku langsung masuk rumah.”
Bu Karta    :”Kamu benar Mun ,sekarang kamu makan dulu ya nak.”
Timun    :”Baiklah ,bu .”
        Tak terasa umur timun mas sudah mencapai 9 tahun ,tiba saatnya Bu Karta
Dan pak Karta mempersiapkan diri untuk menghadapi raksasa,tiba-tiba rumahnya bergetar pertanda ada tamu tak diundang datang …..
Raksasa    :”Ha,ha,ha,aku datang lagi …”
Pak Karta    : “bu,anak kita mana ,cepat sembunyikan jangan sampai ketahuan.”
Raksasa    :”Ha,ha,ha, ternyata kau berkhianat hai manusia,ayo keluarkan anakmu.”
Pak Karta    :”Ba..ba..baiklah ,akan kupanggilkan anakku.”
Bu Karta    :”Hai,mun sekarang kau harus mulai bertindak,lari keluar lewat pintu belakang
“agar kau tidak ketangkap,kau sebarkan satu persatu biji mentimun  ,duri,garam dan terasi ,saat kamu hampir ketangkap.” Nah semuanya sudah ibu masukkan ke dalam kantong ini .”
Timun         :” Baiklah bu,pesan ibu akan mumun laksanakan .”
Bu Karta     :” Nah,sekarang kamu mulai lari,keburu raksasa marah sama bapakmu.”
Raksasa       :”Hem,mana makananku yang kutitipkan,aku sudah lapar.”
Bu Karta    :”Bagaimana kalau aku saja sebagai ganti anakku .”
Raksasa    :”Tidak bisa,dagingnya pasti keras karena kau terlalu tua untuk dimakan.”
Timun mas    :”Raksasa,ini aku ada di sini ,kejar aku kalau dapat.”
Raksasa    :”Kurang ajar kau telah mempermainkan aku,awas kalau ketangkap pasti   
                         langsung kumakan, ha.haha…..”
Timun mas:”Ayo kejar aku,hait,hait tidak kena.kalau lapar nih aku beri makanan
     ( sambil melempar biji mentimun ke  arah raksasa ).
Raksasa    :”hem. Hem ini baru makanan yang menyegarkan ..hap.hap…
      Mana dagingnya rasanya tidak puas kalau tanpa daging..hem..oh mana
     Timun mas tadi kok sudah menghilang  .hem ternyata sudah jauh dariku.”
Timun mas    :” Ha..dia sudah mulai mendekat ,lebih baik senjataku kedua aku lemparkan
          sekarang biar aku tidak ketangkap( melempar duri  ikan ).”
Raksasa    :” hah..ternyata jalan ini sudah berubah menjadi jalan penuh duri yang tajam,
        Huh..aku harus jalan pelan-pelan agar kulitku tidak ditembus duri terlalu dalam.” Aduh kakiku sakit sekali…hem.hem (suara kesakitan).”
Timun mas    :”Rasakan,hai raksasa makanya sebelum kau makan aku,kau injak dulu
    duri yang aku beri  ini.”
          “Ait sudah mulai dekat ,sekarang senjataku  yang ke tiga,kamu harus  
                         rasakan.”
          “ nih garam untukmu (sambil melempar garam yang dibawanya).”
Raksasa    :”Hem ..aku sekarang dipermainkan sama anak kecil..ha.ha..apa ini yang ada
di depanku,Hem..ternyata lautan yang amat luas, hem aku akan tetap   mengejarmu timun mas,tunggu aku jangan kau tinggalkan aku .hep..hep….”
Timun mas:” Hai..raksasa aku akan tunggu di seberang,ayo..kejar aku !”
Raksasa    :”Hep..hep..hep aku tetap mengejarmu Timunmas.”
Timun mas:” Ah ..ternyata raksasa itu masih bisa mengejarku,aku harus tetap menghindar
meski senjataku tinggal satu,mudah-mudahan yang terakhir ini membuat     raksasa itu binasa pada akhirnya tak bisa mengejarku.”
Raksasa    :” Hem rasanya aku bisa menangkapmu,Timun mas..ha.ha kau sudah mulai
kehabisan tenaga Timun mas ,apalagi yang kau lemparkan padaku anak   gadis?”Kau pasti tertangkap anak manis,ayo mendekatlah..ha.ha.ha !!”
Timun mas    :” Ternyata kau ulet juga raksasa,sekarang terimalah terasi dariku..”
         ( sambil melempar terasi  ke arah raksasa yang kejam itu ).
Raksasa    : “Benda itu sudah tidak ada gunanya Timun mas ,lebih baik kau menyerah
          saja dari pada kau kecapekan.”Hah..ternyata aku terkurung oleh lautan  
                       lumpur ,rasanya aku sudah tidak sanggup melangkah ,auw.kakiku tak bisa ku
                      angkat lagi,wow..tolong badanku masuk ke lumpur yang sangat dalam ..tolong
                      akuTimun mas ..aku tak jadi memakanmu apabila kau mau menolongku.”
        Tolong…tolong…long…….”
Timun mas:” Hem sekarang habislah riwayatmu sang raksasa yang rakus.”
“ Aku harus pulang dan melaporkan pada ibu kalau aku sudah berhasil membinasakan raksasa yang jahat itu.”
Pada akhirnya Timun mas berhasil membinasakan raksasa dengan bekal yang dibawa  dari ibunya. Patuh terhadap nasehat kedua orang tua sangatlah ampuh untuk   mengalahkan segalanya dan dapat meraih segala yang kita cita-citakan. Kemenangan Timun mas sampai terdengar di seluruh penjuru wilayah kerajaan.sampai akhirnya sang raja berkeinginan untuk menjodohkannya dengan seorang pangeran ..Demikian cerita ini mudah-mudahan dapat diambil hikmahnya.


Contoh naskah drama bahasa Inggris 6 orang

Bagi Anda yang sedang mencari referensi contoh naskah drama dalam bahasa Inggris yang untuk dimainkan oleh 6 orang, pada kesempatan posting artikel contoh dialog drama pendek kali ini saya ingin berbagi contohnya dengan Anda.

Berikut ini adalah contoh naskah drama bahasa Inggris untuk 6 orang pemain yang skripnya dapat Anda gubah sendiri guna menyesuaikan dengan keperluan pementasan Anda.


Contoh naskah drama bahasa Inggris 6 orang


Judul : Masa Depan Kita
Tema : Sosial & Persahabatan
Jumlah pemeran : 6 orang 

Penokohan : Ilham : Berkpribadian baik


Muklis : Berkpribadian baik


Zahra : Berkpribadian baik


Rara : Berkepribadian buruk


Munir : Berkepribadian buruk


Intan : Suka mengingatkan

Sinopis of Drama

There are 6 friends who have been friends since a long time. They are the inspiration, my colleague David, Zahra, Rara, Munir, and Diamond.
Berebeda with four friends, attitude and personality contrasts with Rara and Munir Ilham thinking, my colleague David, Zahra, and Diamond.
At one meeting, Rara and Munir reprimanded because of his attitude still like a child.
inspiration :
What the hell do we do that the ideals that we have it will actually be realized and not just a dream ?
Muklis :
Yes of course, a lot of what you must do, say from now you should begin to organize your life and personality.
Zahra :
True what is said by my colleague David. Indeed, a lot of which we have to prepare so that in the future what we dream can come true.
Rara :
Ah, you are such a course his work. Want it want it, why the hell wrote nyantai ? anyways guys it's still easy, still plenty of time.
Munir :
Yes, on a busy young uda mikirn that far. Already lah aja youth nikmatin you, ntar your dreams also come alone.
Intan :
Munir, Rara, you really think like that anyway? precisely because we are young so we should be able to take advantage of the time we have.
Muklis :
True what is said Diamond. I was also surprised at you ( Rara & Munir ) kerjannya merely playing everyday.
inspiration :
Munir, Rara, this time you are still young and everything you need can still be satisfied by the father / your mother, but in the future it you should be able to meet your own needs, so from now on you have to be willing to think and work hard.
Intan :
Well, listen tuh what dibilaingin inspiration. You should not be so young people without direction, you must be willing to fight from now on.
Rara :
Hemm, indifferent...
Munir :
Yeah, these guys at your own motivator nyantai supposedly.. why the hell wrote.
Fourth Munir and Rara friend just shook his head and see attitude Munir seoarang Rara which is like a small child.
Although Diamond realize that it is very difficult to be reminded Rara and Munir, but he still tried to resuscitate the other two.
Intan :
Rara, how old are you now ?
Munir : So what you really nanya any age ?
Rara : I must have been 17 years old, what is it?
Intan :
Well, you already know yourself if you're already 17 years of age. Try to imagine what would you do in the next 5-10 years ?
Rara :
I do not understand you mean, mean what ?
Munir :
Yes, I am also confused with you, Tan. Asked the old man, continues to Nanya what will be done in the next 5-10 years, yes of course wrote not you know life is ngalir wrote.
Intan :
I mean put it this way, if you are age 17 years and now already in 10 years of age you will be 27 years old. Announcing you that the life when you are already 27 years of age it will change drastically from how you feel now. So we have to be young while preparing themselves for the future of our future, yes examples such as what is delivered by Ilham, et al.
Rara and Munir finally think the diamond after hearing the explanation. Since that Munir and Rara showed significant attitude change.

Drama script 6 People - END


Demikian contoh naskah drama pendek dalam bahasa Inggris untuk dimainkan oleh 6 orang pemain. Anda dapat merapikan sendiri teks dialognya sesuai keperluan.

Sinopsis : cerita rakyat candi prambanan

Minggu, 11 Mei 2014
Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.
Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. “Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,” pikir Bandung Bondowoso.
Esok harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. “Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?”, Tanya Bandung Bondowoso kepada Loro Jonggrang. Loro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. “Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya”, ujar Loro Jongrang dalam hati. “Apa yang harus aku lakukan ?”. Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso.
“Bagaimana, Loro Jonggrang ?” desak Bondowoso. Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. “Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya,” Katanya. “Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?”. “Bukan itu, tuanku, kata Loro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. “Seribu buah?” teriak Bondowoso. “Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam.” Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. “Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!”, kata penasehat. “Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang kubutuhkan!”
Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. “Pasukan jin, Bantulah aku!” teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. “Apa yang harus kami lakukan Tuan ?”, tanya pemimpin jin. “Bantu aku membangun seribu candi,” pinta Bandung Bondowoso. Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah.
Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. “Wah, bagaimana ini?”, ujar Loro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. “Cepat bakar semua jerami itu!” perintah Loro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung… dung…dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing.
Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. “Wah, matahari akan terbit!” seru jin. “Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari,” sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin.
Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. “Candi yang kau minta sudah berdiri!”. Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. “Jumlahnya kurang satu!” seru Loro Jonggrang. “Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan”. Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat murka. “Tidak mungkin…”, kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. “Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!” katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan disebut Candi Loro Jonggrang. Karena terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah, Candi Loro Jonggrang dikenal sebagai Candi Prambanan
Sumber: berbagai sumber

Pembahasan Tentang Wacana Sastra Puisi dan Cerpen

Kamis, 25 Juli 2013
PENGERTIAN PUISI
Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme, ataupun jumlah barisserta ditandai oleh bahasa yang padat


UNSUR – UNSUR INTRINSIK
1. Tema  : sesuatu yang menjiwai puisi atau   suatu pokok yang ingindisampaikan oleh penyair.
Contoh   :  
tema : realigi
       Doa
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu        
  Biar susah sunggu
  Mengingat Kau penuh seluruh


2. Amanat  : pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembacaatau pendengar.
Contoh  :
   Doa
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu 
   Biar susah sungguh
   Mengingat Kau penuh seluruh


Amanat : dalam kehidupan ini, kita harus mengingat Tuhan kita meskipun dalamkeadaaan yang benar – benar susah sekalipun.


3. Diksi  : adalah pilihan kata yang diusahakan oleh penyair secermat danseteliti mungkin untuk bisa sesuai dengan maksud/makna yang ingindicapai oleh penulis. Pemilihan kata yang tepat juga bisa memberikangreget pada puisi.
Contoh :
  Doa
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu 
   Biar susah sungguh
   Mengingat Kau penuh seluruh

•  kalimat “biar susah sungguh” ini cukup pendek, tapi memberikankesan bahwa kehidupan yang dijalaninya benar – benarsulit/susah.
•   kata – kata “penuh seluruh” juga memberikan makna yangmendalam, benar – benar dari hati


4. Pencitraan  : pilihan kata yang dipilih oleh penulis puisi untuk dapatmenggugah daya imaji pendengar/pembaca sehinggapembaca/pendengar dapat melihat, mendengar, merasakan secarafantasi.
Contoh :
Berdiri Aku
Berdiri aku di senja senyap
Camar melayang menepis buih
Melayah bakau mengurai puncak
Menjulang datang ubur berkembang
   Angin pulang menyejuk bumi
   Menepuk teluk mengepas emas
   Lari ke gunung memuncak sunyi
   Berayun – ayun di atas alas


5. Rima / bunyi : persamaan bunyi yang menyebabkan puisi tersebutindah ketika dibaca.
Contoh :
       Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Badan usiaku sudah tinggi
   Aku lalai di hari pagi
   Beta lengah di masa muda
   Kini hidup meracun hati
   Miskin ilmu miskin harta


6. Gaya bahasa : cara yang digunakan penyair untuk membangkitkan danmenciptakan imaji pembaca dengan menggunakan majas.
Jenis – jenis majas :
   1.Perumpamaan/simile
   2.Metafora
   3.Personifikasi
   4.Alegori
   5.Pleonase
   6.Hiperbola
   7.Tautologi
   8.Perifrasis
   9.Litotes
   10.dst



PENGERTIAN CERPEN

Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek. Cerpen merupakan salah saturagamdari jenis prosa. Cerpen, sesuai dengan namanya adalah cerita yangrelatif pendek yang selesai dibaca sekali duduk. Artinya, pada saat itu isicerpen dapat kita pahami.Cerpen terdiri dari berbagai kisah, seperti kisahpercintaan (roman), kasih sayang,jenaka, dll. Cerpenbiasanya mengandung pesan/amanat yang sangat mudahdipahami,sehingga sangat cocok dibaca oleh kalangan apapun



UNSUR – UNSUR INTRINSIK
1. Tema  : inti atau ide dasar sebuah cerita/ yang menjadi sumber cerita.
2. Alur  : runtutan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita.Secara umum jalan cerita terbagi ke dalam bagian – bagian berikut :
    a. pengenalan situasi (eksposisi)
    b. pengenalan masalah
    c. konflik
    d. klimaks
    e. antiklimaks
    f. penyelesaian/resolusi

Jenis – jenis alur: 
         - alur maju
         - alur mundur (flashback)
         - alur campuran
3. Latar  : latar meliputi latar tempat, waktu, dan suasana. Latar tersebuatdapat bersifat faktual atau imajiner. Sebuah cerita harus jelas dimanaberlangsungnya, kapan terjadi, dan suasana serta keadaan ketika ceritaberlangsung.



5. Sudut pandang / point of view
    adalah posisi pengarang dalam membawakan cerita.  Ada beberapamacam sudut pandang:
         1. Orang pertama pelaku utama
         2. Orang pertama sebagai pengamat
         3. Orang ketiga pengamat

6. Amanat
        Ajaran moral / pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepadapembaca. Amanat bisa disampaikan secara implisit maupun eksplisit.
7. Gaya Bahasa
        Gaya bahasa berfungsi sebagai pemberi nada atau suasana persuasifserta merumuskan dialog yang mampu memperlihatkan hubunganantara sesama tokoh. Gaya bahasa antar penulis satu dengan yang lain bisa berbeda – beda, tergantung tipe orang tersebut, gayabahasa yang tertuang dapat menunjukkan minat sifat penulistersebut.

Translate

 

Belajar Com Copyright © 2008-2009 | Edited By : Muhammad Wahid